{# ── SIDEBAR NAV MACRO, used in both desktop sidebar and mobile offcanvas ── #}
{% macro sb_nav() %}
{% set role = session.get('role','') %}
{# ── DASHBOARD ─────────────────────────────────── #}
{% if role == 'ADMIN' %}
Pengaturan
{% endif %}
Dashboard
{# ── INPUT TRANSAKSI ───────────────────────────── #}
{% if can.sales_input or can.expense_input or role in ('ADMIN','FINANCE','OPERATOR','DEMO') %}
Input Transaksi
{% if can.sales_input %}
Penjualan
{% endif %}
{% if can.expense_input %}
Pembelian
Pengeluaran
{% endif %}
{% if role in ('ADMIN','FINANCE','OPERATOR','DEMO') %}
{% if show_feature.transfer %}
Transfer Rekening
{% endif %}
{% if show_feature.retur_penjualan or show_feature.retur_pembelian %}
Retur
{% endif %}
{% if role in ('ADMIN','FINANCE','DEMO') %}
{% if show_feature.pelunasan %}
Pelunasan
{% endif %}
{% if show_feature.pendanaan %}
Pendanaan
{% endif %}
{% endif %}
{% if show_feature.invoice %}
Invoice
{% endif %}
{% if show_feature.po %}
Purchase Order
{% endif %}
{% if can.sales_input %}
Import Marketplace
{% endif %}
{% endif %}
{% endif %}
{# ── POS (section terpisah) ────────────────────── #}
{% if modul_aktif and modul_aktif.POS_KASIR and (can.pos_sales or can.manage_master_pos) %}
POS
{% if can.pos_sales %}
POS Kasir
{% endif %}
{% if can.manage_master_pos %}
Master POS
{% endif %}
{% endif %}
{% if can.show_journal or can.inventory_input or role in ('ADMIN','FINANCE','INVESTOR','OPERATOR','DEMO') %}
Tracker
{% if can.show_journal %}
Daftar Transaksi
{% endif %}
Piutang
Hutang
{% if can.inventory_input %}
Inventory
{% endif %}
{% if can.inventory_input and can.inventory_hpp and show_feature.produksi %}
Produksi
{% endif %}
{% if can.show_hpp_margin and role in ('ADMIN','FINANCE','INVESTOR','DEMO') and show_feature.hpp_kalkulator %}
Master HPP
{% endif %}
{# ── DATABASE ──────────────────────────────────── #}
{% endif %}
{% set _show_db = role in ('ADMIN','FINANCE','INVESTOR','DEMO') and show_feature.database %}
{% set _show_prj = role in ('ADMIN','FINANCE','DEMO') and show_feature.proyek %}
{% if _show_db or _show_prj %}
Database
{% if _show_db %}
Customer
Vendor
{% endif %}
{% if _show_prj %}
Proyek
{% endif %}
{% endif %}
{% if role in ('ADMIN','FINANCE','INVESTOR','DEMO') %}
Laporan
{% if show_feature.aset_tetap %}
Aset Tetap
{% endif %}
Laba Rugi
Arus Kas
{% if show_feature.grafik %}
Grafik
{% endif %}
{% if show_feature.performa_penjualan %}
Performa Penjualan
{% endif %}
Neraca
{% if show_feature.perubahan_ekuitas %}
Perubahan Ekuitas
{% endif %}
{% if show_feature.analisis_rasio %}
Analisis Rasio
{% endif %}
{% if show_feature.buku_besar %}
Buku Besar
{% endif %}
{% endif %}
{# ── LAINNYA ───────────────────────────────────── #}
{% if (can.show_journal and show_feature.jurnal) or (role in ('ADMIN','FINANCE','INVESTOR','DEMO') and show_feature.bagan_akun) %}
Lainnya
{% if can.show_journal and show_feature.jurnal %}
Jurnal
{% endif %}
{% if role in ('ADMIN','FINANCE','INVESTOR','DEMO') and show_feature.bagan_akun %}
Bagan Akun
{% endif %}
{% endif %}
{% if role in ('ADMIN','FINANCE') and show_feature.setup_saldo_awal %}
Setup Saldo Awal
{% endif %}
{% if role == 'ADMIN' and not ((request.endpoint or '') == 'pos_master' or (request.endpoint or '').startswith('pos_master_')) %}
Modul Lanjutan
{% if modul_aktif and modul_aktif.values()|select|list|length > 0 %}
{{ modul_aktif.values()|select|list|length }}
{% endif %}
{% endif %}
{% if role in ('ADMIN','FINANCE') %}
Log Aktivitas
{% endif %}
{# ── Modul Lanjutan: Pajak & Gaji ─────────────────── #}
{% if modul_aktif and modul_aktif.PAJAK_OTOMATIS and role in ('ADMIN','FINANCE') and show_feature.pajak %}
Data Karyawan
Proses Gaji
Riwayat Gaji
{% endif %}
{# ── Modul Lanjutan: Anggaran & Target ─────────────── #}
{% if modul_aktif and modul_aktif.ANGGARAN and role in ('ADMIN','FINANCE') and show_feature.anggaran %}
Modul Anggaran
Anggaran & Target
{% endif %}
{# ── BONUS ─────────────────────────────────────── #}
{# Role badge at bottom of sidebar #}
Role
{% if role == 'ADMIN' %}
Admin
{% elif role == 'FINANCE' %}
Finance
{% elif role == 'MANAJER' %}
Manajer POS
{% elif role == 'INVESTOR' %}
Investor
{% elif role == 'OPERATOR' %}
Operator
{% elif role == 'KASIR' %}
Kasir Only
{% elif role == 'DEMO' %}
Demo
Read-only
{% endif %}
{# Version label — klik untuk lihat catatan rilis (Apa yang Baru) #}
{# Konten dibagi jadi beberapa slide (paginasi) — dinavigasi dari footer. #}
Versi 718 September 2026TERBARU
Transaksi yang terkunci invoice Lunas kini bisa dibuka untuk dikoreksi
Penjualan yang invoicenya sudah Lunas atau Terkirim, atau yang sudah menerima pembayaran,
dikunci supaya tidak bisa diedit atau dihapus. Sebelumnya kunci ini tidak disertai petunjuk
cara membukanya. Mengubah status invoice ke Draft ditolak dengan pesan "hapus dulu pembayaran
itu" tanpa menyebut pembayaran yang mana, dan form edit baru menolak setelah semua isian diisi.
Sekarang Detail Transaksi menyebut alasan terkuncinya. Admin dan Finance mendapat tombol Buka
Kunci untuk Koreksi di Detail Transaksi, halaman invoice, dan halaman Hapus. Halaman itu merinci
apa saja yang dibatalkan: invoice kembali ke Draft, dan pembayaran yang tercatat dihapus dengan
jejak tersimpan di Arsip Transaksi, sehingga saldo kas dan sisa piutang kembali seperti sebelum
dibayar. Sesudahnya transaksi bisa diedit atau dihapus, lalu pembayarannya dicatat ulang kalau
memang sudah diterima. Retur dan write-off tidak ikut dibatalkan otomatis, dan halaman itu
menyebutkan mana yang perlu dihapus lebih dulu.
Penyebab invoice tunai terkunci Lunas padahal tidak punya piutang juga sudah diperbaiki. Restore
database dengan mode tambah data dulu menyalin tautan piutang ke invoice apa adanya dari database
lama, padahal urutan invoice di database tujuan berbeda. Akibatnya piutang pelanggan lain bisa
menempel ke invoice yang salah, dan menandai invoice itu Lunas bisa ikut melunasi piutang pelanggan
lain tersebut. Tautan yang salah kini dibetulkan otomatis saat aplikasi dijalankan, dan restore
berikutnya tidak lagi membuatnya.
Invoice bisa dicetak mendatar dengan format A4 Landscape
Menu Format cetak di halaman cetak invoice dan di Pengaturan Invoice kini punya pilihan
A4 Landscape. Pilihan A4 yang lama sekarang bernama A4 Portrait, dan setelan yang sudah
tersimpan tidak berubah.
Sebelumnya dialog print di browser tidak menawarkan posisi landscape karena halaman cetak
sudah menentukan ukuran kertasnya sendiri. Kalau kertas dibuat mendatar lewat pengaturan
printer, isinya tidak ikut melebar sehingga banyak ruang kosong.
Format A4 Landscape punya tata letak sendiri yang memakai lebar kertas. Nama usaha, kotak
pelanggan, detail invoice, dan judul INVOICE diletakkan sejajar dalam satu baris. Rekening,
catatan, syarat, dan tanda tangan diletakkan berdampingan di bawah tabel. Invoice dengan
sekitar 8 barang biasanya muat satu halaman, lengkap dengan rekening dan syarat. Karena
kertasnya lebih pendek, invoice yang panjang memakai lebih banyak halaman daripada A4 Portrait.
Struk POS kini pas di kertas thermal 58 mm dan 80 mm
Struk POS sebelumnya bisa keluar dengan ukuran kertas yang salah. Halaman struk
meminta ukuran kertas dengan format yang tidak dikenali browser, sehingga browser
memakai ukuran kertas bawaan dan struk yang panjang bisa terpecah menjadi beberapa
lembar. Sekarang panjang struk dihitung otomatis setiap kali mencetak, jadi struk
keluar sebagai satu gulungan selebar area cetak printer.
Di kertas 58 mm, struk sebelumnya tercetak lebih lebar dari kertasnya sehingga
terpotong di sisi kiri dan kanan. Lebarnya kini sudah pas. Nominal seperti Rp 18.000
juga tidak lagi terbelah ke dua baris. Kalau rincian item tidak muat dalam satu
baris, subtotal item pindah ke baris berikutnya dan tetap rata kanan.
Tampilan struk untuk kertas 80 mm tidak berubah.
Invoice bisa dicetak untuk printer thermal dan dot matrix
Di Pengaturan Invoice kini ada kartu Format Cetak untuk memilih printer yang dipakai:
A4 untuk printer laser atau inkjet, thermal 58 mm atau 80 mm, dot matrix kertas
continuous 9,5 x 11 inci, atau dot matrix setengah halaman. Pilihan itu menjadi
tampilan awal setiap kali invoice dibuka untuk dicetak.
Di halaman cetak ada menu Format cetak untuk mengganti format sekali pakai, misalnya
toko yang biasa mencetak thermal tapi sesekali perlu invoice A4. Pilihan di menu ini
diingat di masing-masing perangkat, jadi komputer kasir dan komputer admin boleh
memakai format yang berbeda. Tombol Struk Mode yang lama digantikan menu ini.
Format dot matrix memakai huruf mesin ketik, semuanya hitam pekat, tanpa warna latar
dan tanpa logo, karena printer jenis ini tidak bisa mencetak abu-abu dengan rapi.
Karena dicetak lewat browser, printer dot matrix bekerja lebih lambat daripada saat
mencetak teks biasa. Format thermal kini mengikuti lebar area cetak printer dan keluar
sebagai satu gulungan utuh.
Sekalian dirapikan dua hal kecil: garis tipis yang sempat muncul di bawah baris
Subtotal, Diskon, dan TOTAL pada invoice A4 sudah hilang, dan kartu di halaman
Pengaturan Invoice kembali tersusun rapi selebar halaman.
Produksi tidak lagi terkunci oleh saldo bahan non-SKU yang minus
Sebagian pengguna yang mencatat semua belanja dan bahan produksi lewat SKU mendapati
tombol Simpan di halaman Produksi tetap menolak dengan pesan nilai bahan non-SKU
melebihi saldo, padahal tidak ada satu pun bahan non-SKU yang diisi. Ini terjadi kalau
saldo persediaan non-SKU pernah menjadi minus, misalnya dari penjualan produk yang
Master HPP atau resepnya memuat bahan non-SKU. Pemeriksaannya dulu tetap berjalan
walau kolom non-SKU kosong, dan saldo yang minus malah dipakai sebagai batas.
Sekarang pemeriksaan itu hanya berjalan kalau Anda memang mengisi bahan non-SKU.
Kalau nilainya melebihi saldo yang tersedia, aplikasi bertanya apakah tetap mau
lanjut, tidak lagi langsung menolak. Peringatan bahwa nilai persediaan non-SKU menjadi
minus juga hanya muncul untuk produksi yang benar-benar memakai bahan non-SKU. Saldo
terkininya tetap bisa dilihat di halaman Produksi.
Cetak invoice: kaki halaman tidak lagi tertimpa, dan TOTAL cuma sekali
Kalau daftar barangnya panjang sampai invoice tercetak beberapa halaman, baris nama
usaha dan nomor invoice di kaki halaman bisa tertimpa isi tabel sampai sulit dibaca.
Penyebabnya kaki halaman itu tidak punya jatah ruang sendiri, jadi daftar barang
mengalir terus sampai menabraknya. Sekarang jatahnya dipesan di setiap halaman, jadi
seberapa pun panjang daftarnya kaki halaman tetap bersih. Sudah dicoba sampai 150
barang atau sembilan halaman.
Sekalian dibetulkan satu hal lain yang ketemu di halaman yang sama. Blok Subtotal,
TOTAL, Sudah Dibayar, dan Lunas dulu ikut tercetak di setiap halaman. Itu bisa
menyesatkan, karena angka di halaman pertama gampang dikira total halaman itu saja
padahal isinya total seluruh invoice. Sekarang blok itu muncul sekali saja di halaman
terakhir, tepat di bawah baris barang yang paling akhir.
Satu perubahan tampilan yang perlu Anda tahu: di halaman terakhir, baris nama usaha
kini menempel tepat di bawah isi, tidak lagi dipaku ke dasar kertas.
Beban pajak dan bunga kini selalu mengikuti Peran akun yang Anda tetapkan
Aplikasi mempersilakan nama akun bawaan diganti, dan sejak ada pengaturan Peran di
Laba Rugi, laporan membaca arti sebuah akun dari Perannya, bukan dari nomornya.
Ternyata masih ada dua tempat yang belum ikut aturan itu.
Pertama, Pajak lalu Setor Pajak. Saat Anda menyetor PPh Badan yang belum pernah
dicatat, aplikasi membuatkan jurnal bebannya otomatis, dan jurnal itu dulu selalu
diarahkan ke akun bernomor 6170 apa pun namanya sekarang. Kalau nomor itu sudah Anda
pakai ulang untuk hal lain, misalnya Beban Pengiriman, beban pajaknya masuk ke ongkos
kirim tanpa ketahuan. Kedua, Pengeluaran dengan sub-kategori Bunga, yang diarahkan ke
akun bernomor 6160 dengan cara yang sama.
Sekarang keduanya mencari akun lewat Perannya. Kalau belum ada akun yang berperan
sebagai Pajak atau Bunga, aplikasi menolak dan mengarahkan Anda ke Daftar Akun untuk
menetapkannya, bukan menebak lalu salah menaruh. Bagi Anda yang tidak pernah mengubah
nama akun bawaan, tidak ada yang berubah sama sekali.
Ganti nama vendor kini ikut menyapu transaksi Pembelian PKP
Menyambung perbaikan ganti nama sebelumnya, satu jenis transaksi masih tertinggal,
yaitu pembelian yang dicatat lewat Pajak lalu Pembelian PKP. Setelah nama vendor
diubah, daftar hutangnya sudah memakai nama baru tetapi transaksinya di Daftar
Transaksi masih memakai nama lama, sehingga satu pemasok terlihat seperti dua pihak
yang berbeda. Sekarang transaksi itu ikut diperbarui bersama yang lain.
Nama pelanggan atau vendor kini terlihat di Detail Transaksi
Nama pelanggan atau vendor yang Anda isi lewat Edit Transaksi selama ini
tersimpan, tapi tidak pernah ditampilkan lagi di halaman transaksinya. Satu-satunya
cara melihatnya adalah membuka kembali form editnya. Sekarang nama itu muncul
sebagai label kecil di sebelah keterangan, di halaman Detail Transaksi.
Label hijau dengan ikon orang berarti pelanggan, label cokelat dengan ikon truk
berarti vendor. Untuk transaksi yang arahnya memang tidak jelas, seperti pelunasan,
transfer antar rekening, dan jurnal umum, labelnya abu-abu dan hanya bertulis Pihak,
sebab aplikasi tidak menebak siapa yang pelanggan dan siapa yang vendor.
Transaksi yang kolom pelanggan atau vendornya kosong tidak menampilkan label apa pun.
Jam di Log Aktivitas dan riwayat POS sekarang ikut jam Anda
Beberapa layar menampilkan jam pencatatan otomatis: Log Aktivitas, jam transaksi
di POS, jam buka dan tutup shift, waktu transaksi diarsipkan, serta baris Dibuat
di detail transaksi. Jam di layar-layar itu dulu tampil mundur 7 jam untuk pemakai
WIB. Penyebabnya, aplikasi menyimpan jam tersebut dalam waktu standar dunia (UTC)
lalu menampilkannya begitu saja tanpa dikembalikan dulu ke waktu setempat.
Sekarang semuanya dikonversi sebelum tampil. Di aplikasi Windows dan Mac, jamnya
mengikuti jam komputer yang Anda pakai. Di versi online, jamnya mengikuti pilihan
di Pengaturan bagian Zona Waktu. Tanggal transaksi, struk, dan seluruh laporan
tidak ikut berubah karena memang sudah benar sejak awal.
Pilihan Zona Waktu sendiri kini tidak lagi muncul di aplikasi Windows, sebab di
sana aplikasi selalu memakai jam komputer dan pilihan itu tidak berpengaruh apa pun.
Scan barcode di kasir, barcodenya diisi lewat Stok
Produk kini punya kolom Barcode sendiri, terpisah dari kode SKU. Isinya lewat
Stok, Edit Produk, klik kolom Barcode, lalu tembak barangnya dengan alat scan.
Setelah terisi, barang itu bisa langsung discan di POS Kasir. Arahkan alatnya ke
barcode, barangnya masuk keranjang, dan kotak pencarian langsung siap untuk scan
berikutnya. Scan barang yang sama dua kali menambah jumlahnya, bukan membuat baris
baru. Kalau barcodenya belum terdaftar, muncul pesan merah singkat yang hilang
sendiri, jadi tidak ada kotak dialog yang harus ditutup di tengah antrean.
Barcode juga ikut terjaring saat mencari di halaman Stok, dan sudah ada kolomnya
di template Excel untuk mengisi banyak barang sekaligus. Berkas Excel lama Anda
tetap bisa dipakai seperti biasa, karena kolomnya dicocokkan berdasarkan nama,
bukan urutan. Barcode disimpan sebagai teks, jadi angka nol di depan seperti
0012345 tidak hilang. Alat yang didukung jenis USB atau Bluetooth yang bekerja
seperti keyboard, bukan kamera.
Peringatan baru saat HPP tidak bisa dihitung ulang otomatis
Kalau sebuah produk pernah terjual habis sampai stoknya 0 lalu direstock, kemudian
ada transaksi lama di sekitar titik itu yang dihapus, HPP produk tersebut dulu bisa
diam-diam berubah jadi angka campuran yang tidak benar. Sekarang aplikasi mendeteksi
situasi ini dan TIDAK menebak angkanya, cukup memberi peringatan lewat notifikasi
dan mencatatnya di Log Aktivitas, supaya HPP-nya diperiksa dan dibetulkan manual
lewat Edit Produk. Tombol Perbaiki HPP di halaman Stok juga ikut melewati produk
dengan riwayat seperti ini, tidak lagi ikut menimpanya secara otomatis.
Tampilan dirapikan: kartu ringkasan, menu samping, dan kotak contoh
Banyak kartu di aplikasi ini dulu ditandai garis tipis yang menebal di satu sisi saja,
sehingga terlihat seperti tempelan. Sekarang judul kartu ringkasan memakai pita warna
penuh selebar kartunya, jadi jenis angkanya langsung kebaca tanpa perlu garis tambahan.
Warna pitanya sudah dicek supaya tulisan putih di atasnya tetap jelas, baik di tema
terang maupun gelap.
Menu samping juga disesuaikan: sudutnya tidak lagi terlalu membulat dan menu yang
sedang dibuka kini memanjang sampai tepi kanan, jadi jelas kelihatan mana yang aktif.
Kotak Contoh kasus di setiap halaman Petunjuk sekarang jadi satu blok berlatar
lembut dengan judulnya ikut di dalam, bukan paragraf yang ditempeli garis.
Tidak ada perhitungan atau data yang berubah, hanya tampilannya.
Bahan tanpa SKU tidak lagi mengunci produksi dan retur
Usaha yang memakai bahan tanpa kode barang, misalnya kacang curah, kemasan, atau
stiker, sempat terjebak dua hal. Produksi yang memakai bahan itu tidak bisa dihapus
atau diedit karena muncul peringatan agar menghapus retur penjualan lebih dulu,
padahal returnya memang tidak pernah ada sehingga tidak akan pernah ketemu.
Retur penjualan berikut nilai modalnya juga selalu ditolak dengan alasan melebihi
persediaan yang bisa dikembalikan.
Penyebabnya satu: saldo awal dan pembelian bahan ikut dihitung sebagai retur.
Sekarang hanya retur penjualan yang benar-benar dihitung, jadi kedua alur itu
berjalan normal. Kalau memang ada retur yang menghalangi, pesannya kini menyebut
nomor transaksi returnya supaya langsung bisa dituju.
Akun yang Anda ganti nama kini dibaca sesuai maksudnya
Aplikasi mempersilakan nama akun bawaan disesuaikan dengan istilah usaha Anda,
tetapi laporan masih menebak artinya dari nomor akun. Akibatnya kalau akun
bawaan dipakai ulang, misalnya akun pajak diganti nama jadi Beban Pengiriman,
ongkos kirim tampil bertanda Pajak dan tidak ikut mengurangi Laba Usaha,
sehingga laba terlihat lebih besar dari kenyataan.
Sekarang tiap akun beban punya pengaturan Peran di Laba Rugi
di menu Daftar Akun, isinya Penyusutan, Bunga, Pajak, atau dibiarkan sebagai
beban operasional biasa. Saat aplikasi diperbarui, akun yang namanya masih
bawaan tetap seperti semula sehingga laporan lama tidak berubah, sedangkan
akun yang sudah Anda ganti nama otomatis dihitung sebagai beban operasional.
Total biaya dan laba bersih tidak berubah, yang dirapikan adalah
pengelompokannya.
Saldo awal berdesimal tidak lagi menggelembung 100 kali lipat
Saat mode dua angka desimal aktif, isian di Setup Saldo Awal yang memakai
koma tersimpan seratus kali lipat. Contohnya 10.000,05 masuk ke pembukuan sebagai
1.000.005. Halaman ini memakai cara baca angka sendiri yang berbeda dari form lain,
sehingga titik desimal ikut terbuang. Sekarang saldo awal memakai pembaca angka yang
sama dengan seluruh aplikasi, termasuk untuk harga perolehan dan akumulasi penyusutan
aset tetap. Form lain tidak pernah terpengaruh masalah ini.
Hutang bisa dicatat ke akun pilihan sendiri
Saat belanja atau mencatat pengeluaran yang belum dibayar penuh, kini ada pilihan
Dicatat sebagai akun di kotak Detail Hutang. Semua hutang tidak lagi
harus menumpuk di satu akun Hutang Usaha, jadi bisa dipisah misalnya hutang ke bank,
hutang ke pemilik, atau hutang ke pemasok tertentu, dan pemisahan itu langsung
terlihat di Neraca. Pelunasannya nanti otomatis mengurangi akun yang sama, tidak
perlu diatur ulang. Biarkan pilihan Otomatis kalau tidak yakin,
hasilnya persis seperti sebelumnya.
Lupa password tidak lagi bikin data terkunci
Di halaman masuk aplikasi versi desktop sekarang ada tautan Lupa password?
Aplikasi akan menampilkan daftar semua pengguna, lalu mengembalikan password mereka ke
bawaan dan menampilkannya di layar untuk dicatat. Seluruh transaksi, laporan, produk,
dan stok tidak tersentuh sama sekali, yang berubah hanya passwordnya.
Semua pengguna sengaja ikut direset, bukan cuma admin, supaya tidak ada yang bisa
diam-diam mengambil akses admin tanpa ketahuan, dan setiap pemulihan tercatat di
Log Aktivitas. Semuanya berjalan di komputer Anda sendiri, jadi file pembukuan tidak
perlu dikirim ke mana pun.
Hutang dan piutang dari Saldo Awal kini bisa dilunasi
Hutang dan piutang lama yang diisi lewat Setup Saldo Awal dulu hanya
masuk ke Neraca. Di Dashboard, halaman Hutang, dan menu Pelunasan semuanya tidak
kelihatan, jadi tidak pernah bisa dicicil dan total hutang tampil lebih kecil dari
yang sebenarnya. Sekarang saldo awal langsung membuat tagihannya, ditandai lencana
SALDO AWAL supaya jelas ini bawaan pembukuan lama dan bukan belanja
baru. Ada juga kolom rincian per pemasok dan per pelanggan, jadi hutang lama bisa
dipecah dan dilunasi satu per satu. Kolom rincian boleh dilewati, hutangnya tetap
bisa dilunasi sebagai satu tagihan gabungan. Untuk mencegah angka dobel, Setup Saldo
Awal kini menolak diisi dua kali dan mengarahkan Anda menghapus yang lama lebih dulu.
Upload Excel inventory tidak lagi gagal total karena satu baris salah ketik
Kalau ada kolom angka (Harga Beli, Harga Jual, Stok, Min Stok) yang keisi teks
yang bukan angka, misalnya salah taruh satuan seperti “1 kali” ke kolom
Harga Beli, dulu seluruh proses upload berhenti dengan halaman error tanpa
penjelasan. Sekarang baris seperti itu dilewati sendiri, dan pesan yang muncul
menyebutkan persis kode produk, nama kolom, dan isi yang salah, supaya bisa
dibetulkan tanpa menebak. Baris lain yang datanya benar tetap tersimpan seperti
biasa.
Ganti nama customer/vendor kini konsisten di semua transaksi
Saat nama customer atau vendor diubah di menu Database, sebagian riwayat
transaksi belum ikut berganti nama, khususnya pelunasan piutang/hutang,
write-off, koreksi hapus, dan invoice yang diposting manual ke jurnal.
Layar Piutang, Hutang, dan Invoice sudah benar, tapi Daftar Transaksi untuk
jenis-jenis itu masih menampilkan nama lama, seolah satu pelanggan atau
pemasok terpecah jadi dua identitas. Sekarang semua jenis transaksi tersebut
ikut diperbarui otomatis begitu nama disimpan.
Nominal berdesimal tertentu tidak lagi meleset saat disimpan
Harga per unit dengan pola tertentu, misalnya Rp 52,417 (angka depan koma 1-3
digit, dan tepat 3 digit di belakang koma), bisa tersimpan salah menjadi
Rp 52.417 saat transaksi disimpan atau diedit, karena cara pengiriman nominal ke
server sempat bentrok dengan aturan baca pemisah ribuan. Sekarang nominal
berdesimal selalu dikirim dengan tanda yang tidak pernah ambigu, sehingga
tersimpan persis seperti yang diketik, seberapa pun jumlah digit desimalnya.
Ukuran kertas struk kasir bisa dipilih
Struk kasir dulu selalu tercetak selebar kertas 80 mm, jadi pemilik printer
thermal 58 mm mendapati struknya terpotong di sisi kanan. Sekarang di
Pengaturan ada pilihan Ukuran Kertas Struk,
yaitu 80 mm atau 58 mm, dan struk langsung menyesuaikan. Bagi yang selama ini
sudah pas, tidak ada yang berubah karena pilihannya tetap 80 mm.
Struk kasir lebih tegas terbaca di printer thermal
Beberapa baris di struk dulu dicetak berwarna abu, seperti alamat toko, rincian
jumlah dan harga per barang, serta baris Tunai dan Kembalian. Printer thermal
tidak mengenal warna abu, jadi baris itu dipecah jadi titik-titik renggang dan
hasilnya pudar sampai sulit dibaca. Sekarang semua teks struk hitam pekat,
di layar maupun di kertas, jadi yang Anda lihat sebelum mencetak sama persis
dengan yang keluar dari printer. Harga sebelum diskon tetap dikenali karena
tetap dicoret, dan harga akhir tetap ditebalkan, bukan dibedakan lewat warna.
Versi 6.517 Agustus 2026
Sembunyikan satu kategori penuh dari layar kasir
Di POS Master ada panel baru Kategori di Kasir. Hilangkan centang
pada sebuah kategori, misalnya Bahan Baku, maka seluruh isinya langsung tidak tampil
di layar kasir. Sebelumnya harus dimatikan satu per satu per produk.
Produk baru yang masuk ke kategori tersembunyi ikut tidak tampil, jadi tidak perlu diatur ulang
setiap menambah barang. Ini hanya mengatur tampilan kasir: stok, harga, dan laporan tetap berjalan
seperti biasa, dan menampilkannya kembali cukup satu klik.
Checkout kasir tidak lagi bisa tergandakan
Dulu kalau tombol “Selesaikan” di layar bayar tertekan dua kali
(tap ganda di layar sentuh, atau koneksi lambat lalu dicoba lagi), transaksi yang sama bisa
tersimpan dua kali: stok terpotong dua kali, pendapatan tercatat dua kali.
Sekarang setiap sesi bayar punya kunci unik. Percobaan kedua dengan kunci yang sama otomatis
dikenali sebagai pengulangan dan diarahkan ke struk yang sudah tersimpan, bukan diproses ulang.
Tombol Selesaikan juga langsung terkunci begitu ditekan.
Voucher pada pesanan yang ditahan kini divalidasi ulang
Pesanan yang memakai voucher lalu ditahan (“Tahan Pesanan”) dan dibuka
lagi nanti sekarang mengecek ulang voucher itu ke server sebelum diskonnya dipasang kembali,
bukan sekadar memakai angka potongan lama. Kalau voucher itu sudah kedaluwarsa atau kuotanya
habis, diskonnya dihapus dan kasir diberi tahu, bukan diam-diam tetap terpasang.
Kuota voucher lebih tahan pemakaian bersamaan
Kalau ada dua transaksi checkout dengan voucher berkuota terbatas yang nyaris bersamaan
(dua kasir/terminal), sistem sekarang memastikan kuota benar-benar dicek ulang tepat saat
disimpan. Kalau kuota ternyata baru saja habis, checkout itu dibatalkan dengan pesan yang
jelas, bukan lolos melebihi kuota yang sudah ditetapkan.
Halaman Stok kini berpaginasi
Katalog besar (ribuan produk ke atas) dulu membuat halaman Stok berat dimuat karena
seluruh katalog dirender sekaligus. Sekarang daftar produk tampil bertahap, bisa dipilih
50 / 100 / 500 / 1.000 item per halaman lengkap dengan navigasi nomor halaman.
Pencarian, filter kategori, dan pengurutan tetap berjalan seperti biasa di atas data lengkap,
begitu juga peringatan stok di bawah minimum yang tetap dihitung dari seluruh katalog, bukan
cuma yang sedang tampil di layar.
Tombol Bayar di kasir tidak lagi terpotong di layar pendek
Di tablet posisi mendatar dan layar yang tingginya terbatas, panel Pesanan bisa lebih
panjang daripada layar sehingga tombol Bayar Sekarang di paling bawah
ikut terpotong dan tidak bisa ditekan sama sekali, bahkan saat tampilan diperkecil.
Sekarang panel Pesanan menyesuaikan diri di layar pendek: tombol bayar dijamin selalu
muat, dan daftar item justru mendapat ruang lebih lega dari sebelumnya karena bagian
lain dirapatkan. Kalau item terlalu banyak, daftarnya yang bisa digulir, bukan tombol
bayarnya yang hilang.
Versi 6.423 Juli 2026
Akun bawaan sistem kini terlindungi
Dulu akun bawaan seperti 1130 Persediaan Barang masih bisa terhapus dari
Daftar Akun selama belum dipakai di jurnal. Padahal akun itu dipakai otomatis oleh sistem
saat mencatat pembelian, penjualan, terima barang PO, dan produksi. Kalau sampai terhapus,
penyimpanan transaksi gagal dengan pesan error.
Sekarang akun bawaan diberi tanda BAWAAN, tombol hapusnya dikunci, dan
kode serta tipenya tidak bisa diubah. Nama akun tetap bebas Anda sesuaikan.
Kalau ada akun bawaan yang terlanjur hilang, aplikasi memulihkannya sendiri saat dijalankan.
Resep yang dijual di POS sekarang punya harga jual sendiri
Dulu harga resep di kasir hanya ikut produk jadi yang tertaut. Resep yang dimasak saat
ada pesanan biasanya tidak punya produk jadi, jadi harganya selalu tampil Rp 0.
Sekarang begitu saklar “Jual resep ini langsung di POS Kasir” dinyalakan,
muncul kolom Harga Jual di POS yang bisa diisi langsung.
Harga di kasir mengikuti urutan yang jelas
Kasir memakai harga resep lebih dulu. Kalau dikosongkan, sistem memakai harga jual produk
jadi seperti sebelumnya, jadi resep lama tetap jalan tanpa perlu diubah.
Peringatan kalau harga masih kosong
Kalau resep aktif di POS tapi harganya masih 0, aplikasi mengingatkan saat mengisi dan
saat menyimpan template. Peringatan saja, tidak menghalangi, supaya barang setengah jadi
yang memang belum dijual tetap bisa disimpan.
Atur item yang tampil di kasir
Di POS Master ada pilihan baru: tampilkan barang jadi + racikan, barang jadi saja,
atau racikan / produksi saja. Cocok untuk usaha yang memasak saat ada pesanan
dan tidak perlu menampilkan barang jadi di layar kasir.
Racikan bisa punya kategori sendiri di kasir
Saat menyimpan template racikan, ada kolom Kategori di POS. Kategori ini muncul
sebagai tombol yang bisa diklik di kasir untuk menyaring racikan, sama seperti kategori produk.
Kalau dikosongkan, racikan ikut kategori produk jadinya atau masuk grup “Racikan”.
Satu produk bisa punya beberapa harga di kasir
Fitur baru di POS Master › Produk POS (Lanjutan). Nyalakan
Multi-Harga, beri nama level (misal Grosir, Member), lalu isi harga tiap level per produk.
Di kasir, tiap baris keranjang muncul pilihan level harga. Harga Utama tetap ikut
harga patokan di menu Stok. Kalau fitur ini dimatikan, semuanya sama persis seperti sebelumnya,
satu produk satu harga.
Pilih produk mana saja yang tampil di kasir
Masih di Produk POS (Lanjutan), tiap produk punya centang Tampil.
Hilangkan centang untuk menyembunyikan produk dari layar kasir tanpa mengubah data stoknya.
Berguna kalau ada barang yang dijual lewat jalur lain dan tidak perlu muncul di POS.
Tombol hapus produk sekarang lebih jujur
Produk yang sudah pernah ada transaksinya memang tidak bisa dihapus permanen supaya
riwayat dan laporan tidak rusak. Di halaman Stok, tombolnya kini jelas jadi
Arsipkan untuk produk seperti itu, dengan keterangan bahwa produk hanya
disembunyikan dari daftar dan datanya tetap tersimpan. Tombol Hapus permanen
hanya muncul untuk produk yang belum pernah dipakai sama sekali.
Urut Kode Barang sekarang benar-benar urut
Di halaman Stok, saat memilih urut Kode Barang, angka di dalam kode kini
diurutkan sebagai angka, bukan sebagai teks. Jadi KODE-2 muncul sebelum KODE-10 (dulu
KODE-10 keliru naik ke atas karena diurutkan huruf per huruf).
Harga jual resep kini dipakai juga di menu Penjualan
Kolom Harga Jual di modul Produksi sekarang selalu bisa diisi, tidak lagi
harus menyalakan tombol jual di POS dulu. Harga itu terisi otomatis sebagai harga default
ketika resep dipilih, baik di kasir POS maupun di menu Penjualan (Penjualan
Umum), dan tetap bisa diubah per transaksi.
Perbaikan tombol di perangkat lama
Di sebagian HP atau tablet dengan browser lawas, tombol seperti Tambah Baris
di menu Penjualan bisa tidak berfungsi karena satu bagian skrip gagal jalan. Sekarang aplikasi
memuat penyesuaian kompatibilitas lebih dulu, jadi tombol tetap berfungsi di perangkat lama.
Perbaikan hitung kembalian di kasir (mode desimal)
Saat mode angka desimal (pakai sen) aktif, kolom Uang Diterima di kasir bisa terisi seperti
58000.00, dan sistem keliru membaca titik desimal sebagai pemisah ribuan
sehingga kembalian melonjak jauh (mis. tampil jutaan). Ini hanya salah tampilan; transaksi
yang tercatat tetap benar. Sekarang perhitungan kembalian sudah membaca angka dengan benar.
Bisa mengubah template produksi yang sudah ada
Di modul Produksi, dulu mengubah template (mis. harga jual atau bahan) harus menyimpan
template baru sehingga bisa menumpuk duplikat. Sekarang pilih dulu templatenya, ubah isinya,
lalu klik tombol baru Perbarui template ini. Tombol Simpan sebagai baru
tetap ada untuk membuat template baru.
Perbaikan penting: angka desimal panjang saat mengedit transaksi
Harga per unit yang lahir dari pembagian (mis. total Rp 1.395.850 dibagi 3) dulu
tersimpan dengan ekor desimal sangat panjang, lalu muncul saat transaksi dibuka lagi
sebagai angka aneh seperti 17.800,54545454. Pada kondisi tertentu titik
desimalnya bahkan ikut terbaca sebagai pemisah ribuan, sehingga Total Belanja melonjak
jadi angka raksasa. Sekarang angka dibulatkan rapi ke 2 desimal saat disimpan dan
ditampilkan, dan cara aplikasi membaca angka sudah diperkuat agar tidak salah tafsir.
Produk POS (Lanjutan) kini mencari + mendukung racikan
Halaman POS Master › Produk POS (Lanjutan) tidak lagi menampilkan
seluruh produk sekaligus (tetap ringan walau ribuan produk). Sekarang cari
produk atau racikan, klik untuk mengatur tampil di kasir dan harganya. Racikan
juga bisa diatur di sini, termasuk harga jual dan multi-harga (Grosir / Member) seperti produk.
Perbaikan: tarif pajak berkoma (mis. 1,5%) kini terbaca utuh
Saat mengisi persen pajak dengan angka berkoma seperti 1,5% di menu Penjualan,
Pembelian, Pengeluaran, maupun Invoice, ringkasan di layar dulu keliru membacanya jadi 1% karena
angka di belakang koma terpotong. Nilai yang benar-benar tersimpan sebenarnya sudah tepat, jadi ini
hanya salah tampil di pratinjau. Sekarang pratinjaunya sudah membaca koma dengan benar. Selain itu,
nilai bawaan PPh Pasal 22 di Invoice yang seharusnya 1,5% diperbaiki agar tidak lagi keliru
tersimpan menjadi 15%.
Rekening kas/bank kini bisa diaktifkan dari tempat Anda berada
Dulu hanya rekening yang dibuat lewat Pengaturan yang bisa dipilih saat terima atau
bayar uang. Akun bank yang dibuat sendiri di Bagan Akun bisa diisi saldo awal,
tapi tidak pernah muncul di pilihan pembayaran, dan saldonya tidak ikut dihitung sebagai
Kas & Bank maupun Arus Kas. Sekarang ada centang
“Jadikan rekening kas/bank” di form Tambah dan Edit Akun, serta centang
“Ini rekening kas/bank saya” langsung di baris akun pada halaman
Setup Saldo Awal. Begitu dicentang, akun langsung bisa dipilih dan saldo yang
sudah tercatat ikut terhitung, tanpa perlu memperbaiki data lama. Akun bertanda
REKENING juga terlihat jelas di Bagan Akun.
Tombol Perbaiki HPP saat nilai persediaan selisih
Kadang harga beli rata-rata sebagian produk jadi usang gara-gara transaksi lama diinput
belakangan (mis. saat memindahkan data dari catatan lama), sehingga muncul peringatan
“Ada selisih nilai persediaan” di halaman Inventory. Sekarang tinggal klik
tombol Perbaiki HPP yang muncul di peringatan itu. Aplikasi menghitung ulang
harga beli rata-rata dari riwayat pembelian dan penjualan yang sebenarnya, lalu menyamakannya
dengan pembukuan. Jurnal tidak diubah sama sekali, jadi Neraca dan Laba Rugi tetap
sama seperti sebelumnya. Produk yang jumlah stoknya sendiri tidak cocok (bukan cuma harganya)
tidak disentuh; itu tetap lewat Upload Excel mode Koreksi Stok Opname supaya ada jejak jurnalnya.
Jumlah di kasir bisa langsung diketik
Dulu menambah jumlah barang di keranjang kasir harus menekan tombol tambah berkali-kali.
Sekarang angkanya bisa diketik langsung, jadi pesanan 12 gelas cukup ketik 12.
Tombol tambah dan kurang tetap ada untuk penyesuaian cepat. Isi angkanya dengan 0 atau
kosongkan untuk menghapus barang dari keranjang. Jumlah pecahan juga bisa, misalnya
2,5 kg.
Jadwal shift kasir pindah ke halaman sendiri
Di POS Master, daftar shift dulu ditumpuk memanjang sehingga menutupi panel setelan
di bawahnya. Sekarang yang tampil cukup ringkasannya (sedang open, shift hari ini,
total tercatat) dengan tombol Lihat Jadwal Shift. Halaman jadwalnya
sudah berhalaman, plus saringan status, kasir, dan rentang tanggal.
Versi 6.3.218 Juli 2026
Perbaikan: hutang tidak lagi muncul Rp 1 karena pembulatan
Pada pembelian dengan jumlah pecahan (mis. 0,5 kg), sisa pembulatan sub-rupiah
dulu bisa nyangkut jadi Hutang Usaha kecil (tampil “Rp 1”). Sekarang di mode
rupiah bulat semua nominal dibulatkan konsisten, jadi bayar penuh = tidak ada hutang.
Pembelian: catat No. Invoice & No. Faktur Pajak
Saat mencatat pembelian ada dua kolom baru: No. Invoice Supplier dan
No. Faktur Pajak. Sekadar catatan referensi, tampil lagi di Detail Transaksi
supaya mudah dicocokkan dengan dokumen supplier. Tidak mengubah jurnal.
Catat Pembelian PKP: pilih supplier dari daftar
Kolom nama supplier bisa dipilih langsung dari Database Vendor.
Tetap bisa diketik bebas kalau suppliernya baru.
SPT Masa PPN & Buku Besar bisa diunduh ke Excel
Laporan SPT Masa PPN bisa dipilih per bulan lalu diunduh ke Excel lengkap
dengan rincian PPN Keluaran dan Masukan. Buku Besar tiap akun juga bisa
diunduh beserta saldo berjalannya.
Produksi: cari template resep
Kalau template produksi sudah banyak, ada kotak pencarian untuk menemukan resep dengan cepat.
POS: pilihan blokir penjualan saat stok habis
Di POS Master ada saklar baru. Bawaannya kasir tetap boleh menjual walau stok habis
(barang menyusul, sistem hanya memberi pengingat). Kalau diaktifkan, kasir tidak bisa
checkout saat stok produk atau bahan resep tidak mencukupi.
Versi 6.210 Juli 2026
Penjualan Umum kini satu pintu untuk semua
Cukup satu kotak Item: ketik bebas untuk jasa/item tanpa stok, atau cari lalu
pilih produk stok (stok & HPP otomatis), Master HPP, atau resep.
Barang, jasa, dan produk bisa digabung dalam satu nota, lengkap dengan diskon per item.
Tab “Per Produk” digabung ke sini, jadi tak perlu pindah-pindah tab lagi.
Jual sekaligus potong stok bahan (resep produksi)
Di Penjualan Umum, tiap baris bisa memilih Resep Produksi. Saat menjual,
stok bahan otomatis berkurang sesuai resep dan HPP dihitung dari harga beli bahan.
Cocok untuk usaha makanan yang memasak saat ada pesanan.
Penjualan Umum bisa banyak baris
Satu transaksi Penjualan Umum kini bisa berisi banyak item sekaligus, tidak lagi satu
nominal gabungan. Tiap baris bisa diketik bebas atau diambil dari Master HPP.
Varian produk muncul di struk & data transaksi
Barang yang punya varian (mis. ukuran S/M/L) kini tampil lengkap dengan variannya,
misalnya “Celana Panjang (S)”, di keranjang kasir, struk, dan Detail Transaksi.
Versi 6.2lanjutan
Invoice bisa terima DP / pembayaran sebagian
Di halaman invoice (yang sudah tercatat ke jurnal) ada kotak Terima DP / Pembayaran.
Nominal yang diterima langsung mengurangi Sisa Tagihan dan tercatat sebagai penerimaan kas.
Bisa dicicil beberapa kali sampai lunas.
Nama barang di POS Kasir lebih terbaca
Nama produk yang panjang tidak lagi terpotong di kartu POS.
Kolom nama produk di Pembelian diperlebar
Saat input pembelian di laptop, kolom nama produk kini lebih lebar sehingga nama produk terbaca jelas.
Versi 6.17 Juli 2026
Retur kini muncul di Daftar Transaksi
Transaksi retur penjualan & pembelian yang sebelumnya tidak tampil sekarang punya tab
“Retur” sendiri, dan juga muncul di tab “Semua”,
lengkap dengan kolom Kas & Laba Rugi serta bisa diunduh ke Excel.
Perbaikan grafik Cashflow di Dashboard
Donut “uang keluar per kategori” tidak lagi menghitung ganda transaksi retur.
Nilai retur kini tampil benar dengan label “Retur Penjualan”,
tidak lagi tercampur ke kategori “Lainnya”.